Finalis Duta Wisata Blora 2022 diajak trip ke Desa Wisata Sambongrejo

Untuk lebih mengenalkan potensi desa wisata di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kakang-Mbakyu Duta Wisata Blora dan beberapa finalis Duta Wisata Blora 2022 diajak Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora kunjungan wisata ke desa tersebut. Bagaimana perjalanan wisata mereka ke desa tersebut?

HEVANU Shalom tampak riang mengikuti kotekan dari anak-anak Kampung Samin Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Tembang Perahu Layar dinyanyikan ramai-ramai, Hevanu dan teman-temannya belum lama ini ikut dalam ajang pemilihan Duta Wisata Blora 2022. Hevanu sendiri terpilih sebagai Mbakyu Duta Wisata Blora 2022. Bersama Hevanu pada siang itu, Sabtu, 22 Oktober 2022, ada Alfin Bima Pratama yang terpilih menjadi Kakang Duta Wisata Blora 2022. Ada pula Kakang-Mbakyu Duta Wisata Blora 2019, Muhammad Dafa Arya P dan Nabila Putri Sintya Dewi. Tak ketinggalan finalis Duta Wisata 2022 yang tergabung dalam komunitas Duta Wisata Blora. Sementara Hevanu dikawal kedua orang tuanya.

Mereka pada akhir pekan itu diajak Dinporabudpar Kabupaten Blora liburan dengan melakukan kunjungan wisata ke salah satu Kampung Samin yang ada di Kabupaten Blora.

"Untuk keakraban dan mengajak mereka liburan di akhir pekan," kata Isti Nuratri, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Blora.

Rombongan ini datang terpisah-pisah. Sebagian yang dari Cepu langsung menuju ke lokasi, demikian juga yang rombongan dari Blora. Mereka berkumpul di Balai Desa Sambongrejo mulai jam 8 pagi. Di sini mereka mendapat pengarahan tentang lokasi-lokasi yang akan dikunjungi.

"Kita juga ingin mengenalkan mereka tentang desa wisata yang ada di Desa Sambongrejo ini. Mulai dari wisata agrikulturnya hingga wisata ekonominya," ujar Isti.

Rombongan ini mengawali perjalanan wisatanya di rumah kaca yang di dalamnya terdapat perkebunan tomat. Ada sedikitnya 1.600 pot dalam rumah kaca seluas tak kurang 15 meter x 40 meter ini. Di setiap pot di tanami 2 pohon tomat yang batangnya di tali dan di gantungkan di bentangan kawat di atasnya. Pohonnya tidak ambruk tegak berdiri di tali ke atas. Pohon-pohon tomat itu telah rata berbuah. Ada yang sudah merah dan siap petik, tapi kebanyakan masih hijau. Masih menunggu seminggu hingga beberapa minggu untuk panen.

"Dari jarak mulai tanam hingga panen, waktunya 3 bulan. Setelah itu seminggu sekali memanen," jelas pemandu wisata kepada rombongan ini.

Dari kebun rumah kaca, rombongan lalu diajak ke Kampung Samin untuk menyaksikan kehidupan petani dari dekat. Di sana ada mereka menjajal jadi petani yang mengeringkan gabah, dilanjutkan berwisata kebun jeruk yang ada di kampung tersebut.

Sebelumnya, sambutan meriah dari penduduk Kampung Samin diberikan saat rombongan masuk ke pemukiman. Anak-anak remajanya dengan kelompok penabuhnya mengiringi mereka saat berjalan masuk ke kawasan pemukiman Kampung Samin. Sejenak rombongan menyanyikan tembang Perahu Layar hingga selesai.

Di pendapa Kampung Samin, mereka bertamu di padepokan Mbah Pramudi, sesepuh Kampung Samin yang ada di desa ini. Di sini hidangan siang menanti. Tak lupa, Mbah Pramugi pun menjelaskan tentang falsafah orang-orang Samin.

Usai mendapat pengetahuan tentang falsafah hidup orang-orang Samin, rombongan pun beranjak untuk berkunjung ke produksi usaha tempe dan batik, sebelum akhirnya merampungkan kunjungan wisata di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Anda tertarik untuk berkunjung ke desa wisata ini?